Houthis Serang Bandara Ben Gurion, 8 Orang Luka

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

Jakarta, IDN Times - Sebuah misil balistik yang ditembakkan dari Yaman menyerempet daerah sekitar terminal primer Bandara Ben Gurion di Israel pada hari Minggu, 4 Mei 2025. Serangan itu menyebabkan setidaknya delapan korban luka.

Militer Israel membenarkan bahwa sistem pertahanannya tidak berhasil menjatuhkan rudal itu, walaupun telah mencoba untuk menghalangi. Mereka saat ini tengah melakukan investigasi terkait kejadian tersebut.

Pemberontak Houthi di Yemen sudah menyatakan diri mereka sebagai pelaku dari serangan rudal itu. Melalui pengumuman yang ditayangkan televisi, sang pembicara militer Houthi, Yahya Saree, memberikan peringatan kepada berbagai maskapai penerbangan bahwa Bandara Ben Gurion kini menjadi area yang tak bisa dipertimbangkan selamat untuk aktivitas penerbangan.

Houthi sudah beberapa kali melakukan serangan ke Israel sebagai tindakan protes atas perang dan blokadenya di Jalur Gaza. Grup tersebut juga mengincar kapal-kapal yang diduga berhubungan dengan Israel di Laut Merah.

1. Penerbangan dihentikan sementara

Berdasarkan informasi dari pihak bandara, rudal itu mendarat di pinggir jalan yang berdekatan dengan area parkir Terminal tiga. Ledakan itu menghasilkan sebuah kawah.

"Anda dapat mengamati latar belakang yang ada di sebelah kami, yaitu sebuah lobang bukaan berdiameter beberapa puluh meter serta kedalamannya mencapai beberapa puluh meter," ungkap Komandan Polisi Senior Israel, Yair Hetzronim, saat memberikan keterangan pada awak media. Dia menyebutkan bahwa insiden tersebut tidak memicu kerusakan signifikan, seperti diberitakan. BBC.

Bandara Ben Gurion dipaksa untuk menghentikan semua operasinya secara sementara usai serangan itu. Perusahaan penerbangan asal Jerman, Lufthansa, menyatakan akan membatalkan jadwal penerbangannya menuju Tel Aviv sampai hari Senin, 6 Mei 2025.

Media setempat mengabarkan bahwa siren terdengar di seantero Israel pada tengah hari ketika rudal diperkirakan akan datang, yang kemudian memaksa penduduk untuk bergegas ke tempat penampungan.

2. Israel bersumpah akan membalas serangan dari Houthi

Merespon serangan itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersumpah akan membalas serangan terhadap kelompok Houthi.

“Kami telah menyerang di masa lalu, kami akan menyerang di masa depan," katanya dalam video yang diunggah di media sosial.

Menteri Pertahanan Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan ancaman untuk membalas dengan tindakan yang lebih keras. Di sisi lain, Benny Gantz, ketua partai Kita Teguh dan eks-anggota dewan perang, menyatakan bahwa Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Iran lah yang meluncurkan rudal balistik ke wilayah Israel, dan mereka perlu mengambil tanggung jawab atas tindakan tersebut. Serangan terhadap Israel ini tentunya akan menyebabkan respon keras dari pihak Iran," ujarnya dalam postingan media sosial tanpa menyertakan bukti.

3. Selanjutnya lakukan penyerbuan di Yemen

Dilansir dari Al Jazeera, serangan Houthi terus berlanjut meskipun militer Amerika Serikat (AS) hampir setiap hari membombardir wilayah di Yaman. Media yang dikelola Houthi melaporkan bahwa AS melancarkan beberapa serangan udara di Yaman pada Minggu.

Setelah serangan oleh kelompok Houthi ke Bandara Ben Gurion, Amerika melakukan pengeboman di kawasan Khab dan Ash-Shaaf yang berlokasi di Provinsi Al-Jawf. Pada waktu subuh hari itu sendiri, jet tempur milik Amerika telah meluncurkan sepuluh serangan udara pada daerah Al-Hazm dalam Provinsi Al-Jawf serta tiga serangan lagi di area Provinsi Marib. Ada pula insiden penyerangan lainnya di bagian Takhya dari Daerah Saada. Sampai dengan sekarang ini, tidak ada kabar tentang adanya korban jiwa sebagai dampak langsung dari serbuan-serbuannya tersebut.

336x280

Post a Comment

0 Comments