romero.my.id – Pemprov Jawa Timur menunjukkan kepedulian terhadap pelajar yang belajar di sekolah-sekolah swasta. Di acara perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Wagub Jawa Timur menyatakan bahwa 30 ribu siswa SMA dan SMK swasta di Jatim bakal mendapat beasiswa lengkap.
"Sesungguhnya, hanya kurang dari 40 persen siswa lulusan SMP yang dapat melanjutkan pendidikan di SMA negeri seantero Jawa Timur. Bagaimana dengan selebihnya? Mereka memilih untuk menuntut ilmu di sekolah swasta," ungkap Wakil Gubernur saat menyampaikan sambutan pada acara halal bihalal Paguyuban SMA Negeri Surabaya 1–9 (Pasmanbaya 1–9) pada hari Minggu, tanggal 4 Mei.
Dia menyatakan bahwa pemerintah tidak berniat untuk mendirikan lebih banyak sekolah negeri agar tetap mempertahankan posisi penting lembaga pendidikan swasta. Dia menjelaskan, "Jika aku menambah ruang kelas di sekolah negeri, maka sekolah swasta akan dirugikan. Mereka sebenarnya memiliki kontribusi besar dalam upaya mencerdaskan bangsa."
Pemprov Jawa Timur sudah mengalokasikan dana senilai Rp126,2 miliar guna memajukan beberapa kegiatan pendidikan, seperti memberikan bantuan biaya studi bagi pelajar non-publik yang berasal dari rumah kurang mampu dan belum masuk daftar sekolah milik negara.
Setiap sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta akan mendapatkan alokasi beasiswa sebanyak 10 siswa, sehingga jumlah keseluruhan bisa mencapai 30 ribu siswa. Ini bertujuan bagi mereka yang belum pernah menerima dukungan pendidikan baik dari pemerintah pusat ataupun lokal.
"Dengan demikian, kita dapat meningkatkan persentase murid berprestasi di negara ini lewat jalan pendekatan akademis, tanpa merugikan keberadaan sekolah swasta," tambahnya.
Pada saat yang sama, Ketua Umum Pasmanbaya 1–9 Yunus Nafiq dengan senang hati mendukung keputusan tersebut. Menurutnya, dukungan bagi murid-murid sekolah swasta sangat diperlukan guna meningkatkan ketersediaan pendidikan secara merata. Di sela-sela acara, Yunus juga menjelaskan bahwa Pasmanbaya telah mengadakan perjumpaan ramah dan penobatan pengurus baru sebagai upaya memperkokoh persaudaraan di kalangan alumni.
"Harapannya adalah agar para alumninya dari angkatan 1 sampai 9 dapat bersatu, harmonis, dan saling membantu antara sesama. Kami memiliki sebuah organisasi sosial di sini, bukan bisnis yang menguntungkan. Oleh karena itu, acara kami lebih menekankan pada persaudaraan dan sumbangan sosial," jelas Yunus.
Dia juga menyebutkan niat untuk mendirikan sebuah komunitas bisnis yang mencakup lulusan dengan beragam keterampilan profesional. "Akan kami adakan pelatihan wirausaha, terkhusus bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta layanan jasa. Tujuannya adalah agar manfaat ini dapat dirasakan oleh para alumninya dan kalangan pemuda," paparnya.
Yunus menambahkan, ke depan Pasmanbaya juga akan menjalin lebih banyak kerja sama dengan sekolah-sekolah negeri untuk melibatkan alumni dalam pelatihan kewirausahaan. "Saya sendiri sudah diminta di SMA 8 dan ITS untuk sharing tentang entrepreneur. Jadi ke depan kontribusinya tidak hanya untuk alumni, tapi juga untuk siswa yang masih aktif belajar," tuturnya.
0 Comments