Ketika Buah Hati Anda mulai masuk tahap bayi hingga toddler, tentunya Anda akan kerap menemui berbagai macam pertanyaan mengenai rasa ingin tahu mereka terhadap segala hal. Pertanyaan-pertanyaan umum yang diajukan oleh Anak kecil biasanya adalah "mengapa?" serta "kenapa?". Ini merupakan fenomena normal, Bun. Sebab di fase tersebut anak-anak tengah merancang pemahaman atas dunianya sendiri dan belajar konsep kausalitas.
Walau pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin membuat lelah, tetap saja kita perlu menganggapnya sebagai kesempatan berharga untuk membantu perkembangan kognitif dan emosi sang buah hati. Beberapa pihak pakar merekomendasikan beberapa ungkapan yang dapat dipergunakan dalam menjawab serbuan pertanyaan “kenapa” dari anak Anda secara positif serta konstruktif. Mari kita telusuri pengetahuannya selanjutnya!
Sebab anak kecil kerap mengajukan pertanyaan "kenapa"
Bunda, saat sang anak selalu bertanya "kenapa", itu bukan hanya perilaku yang menjengkelkan, loh. Menurut sumber tersebut, hal ini dijelaskan sebagai berikut: Purewow , menurut Allison Tsomos, Chief Operating Officer di Celebree School, kebiasaan ini merupakan bagian dari perkembangan alami anak-anak. Antara usia 18 hingga 30 bulan, otak kiri anak mengalami pertumbuhan pesat.
Bagian otak ini memiliki peranan dalam mengendalikan kemampuan berfikir secara logis termasuk penggunaan bahasa, membaca, serta penulisan. Ketika Si Kecil selalu bertanya ‘kenapa’, itu menunjukkan usaha mereka untuk meningkatkan pemahaman tentang lingkungan sekelilingnya, Bu.
Ketika anak Anda menanyakan "kenapa," sebenarnya ia tengah meningkatkan kecakapan berpikir kritis dan logis mereka. Walaupun pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa jadi menyebabkan rasa lelah, peranan Anda sebagai orang tua adalah menjawabnya secara sabar serta penuh cinta, atau bahkan mendorong anak untuk mencari jawaban bersama-sama. Hal itu dapat membentuk hubungan emosi yang pada akhirnya akan mensupport perkembangan kognitif si buah hati.
7 Jawaban Terbaik untuk Pertanyaan Penasarannya Anak Kecil
Berikut beberapa phrase yang bisa Anda pakai ketika anak kecil menanyakan 'kenapa'. Cobalah untuk menjawab seimbang dengan fakta dan ajaklah mereka untuk berfikir bersama-sama.
1. Menurutmu kenapa?
Melansir dari Purewow Tsomos menyarankan agar Ibu bisa mengajukan pertanyaan tersebut lagi sambil menggunakan pengetahuan anak Anda sendiri. Menurut Tsomos, "Di usia tiga tahun, mereka umumnya sudah memiliki cukup informasi serta pengalaman yang sering terjadi sehingga dapat dicoba untuk dijawab."
Tetapi, sebelum mengajukan pertanyaan balik tersebut, Ibu perlu memastikan bahwa Anak Anda sungguh-sungguh tahu jawabannya. Pertimbangkanlah berdasarkan pengalaman hidup mereka hingga saat ini; apakah Anak Anda sudah memiliki cukup informasi untuk bisa menerka dengan tepat?
Apabila begitu, Bund dapat mengajukan pertanyaan tersebut, yaitu "Bagaimana pendapatmu?". Namun bila responsnya negatif, beri anak kecil itu informasi secukup mungkin yang Anda miliki.
2. Bunda tidak tahu
Melansir dari Motherly , Bunda pun memiliki hak untuk merespons "tidak tahu" terhadap pertanyaan dari Si Kecil. Tetapi, Bunda bisa memperlihatkan pada Si Kecil metode mencari jawaban yang akurat dan didukung fakta dengan mengajak mereka ke perpustakaan untuk membaca buku atau menggunakan internet sebagai sumber informasi.
Dengan berusaha mencari solusi bersama-sama, Bunda dengan demikian menanamkan rasa cinta Si Kecil pada pembelajaran.
3. Mari kita diskusikan hal ini setelah makan ya
Saat Ibu sedang mempersiapkan sajian malam hari dan mendengarkan deretan pertanyaan "kenapa" anak kecilmu yang enerjik kadang bikin stres ya? Tenang saja, Ibu dapat memberikan jawaban secara sabar sambil melibatkan mereka dalam proses masak-memasak misalku dengan mencacah sayuran atau membantumu melakukan tugas-tugas pendukung lainnya agar dia tidak fokus pada ratusan pertanyaa itu.
Undang Si Kecil untuk mencari tahu jawabannya bersama nanti ketika segalanya sudah beres supaya mereka mengerti tentang batas saat ingin bertanya 'kenapa' pada Bunda.
4. Pertanyaanmu sangat baik! Aku akan menyimpan pertanyaannya dahulu, ya!
Apabila Ibu tak mempunyai cukup waktu atau kesulitan dalam memberikan penjelasan ketika Anak Kecilmu sangat antusias mencari tahu sesuatu, Ibu dapat mencatat pertanyaan tersebut. Saat Anda menulis pertanyaan-pertanyaan ini, bahkan anak-anak yang masih belajar membaca dan menulis juga akan menyadari betapa pentingnya hal itu bagi Anda. Puji keisengan mereka dengan berkata bahwa pertanyaan mereka unik serta baik untuk mendukung tingkat kepercayaan diri mereka. Jangan lewatkan momen ini; pastikanlah merespons pada waktunya nanti.
5. Ibunya lagi sibuk dengan pekerjaannya, biar kami yang menyelesaikan semua ini nantinya ya?
Bunda juga dapat menggunakan kalimat ini. Jika Bunda atau Ayah sedang dalam keadaan sibuk, berikan pengertian kepada Si Kecil dengan nada penuh perhatian karena tentunya hal ini akan membuatnya sedih meskipun sementara. Jawab pertanyaannya dengan cara, âBunda tahu kamu ingin diperhatikan sekarang. Bunda sedang bekerja di depan komputer dan Bunda tahu ini membuat kamu sedih. Yuk, kita berpelukan sebentar, nanti kita cari tahu, ya, tentang pertanyaanmu setelah Bunda selesai.â
6. Wah, pertanyaannya cukup sulit, ya?
Jawaban ini juga tak jauh berbeda ketika Bunda tidak mengetahui jawabannya. Namun, dengan menjawab seperti ini, Bunda juga sudah menghargai pertanyaan yang dilontarkan dari Si Kecil dan juga menghargai cara Si Kecil berpikir. Kalimat seperti ini juga memberikan waktu untuk Bunda berpikir jawaban yang tepat untuk pertanyaan Si Kecil.
7. Wah! Sepedanya keren banget! Kamu ingat kan kita bersenang-senang mengendarainya akhir pekan lalu?
Melansir dari Motherly , ketika Si Kecil bertanya 'Kenapa sepedaku merah?', mungkin sebenarnya ia tidak benar-benar mencari jawaban tentang warna sepedanya. Pertanyaan semacam ini sering kali merupakan cara anak mengajak Bunda berbicara dan berbagi perhatian terhadap hal yang mereka sukai.
Nah, Bunda bisa meresponnya dengan kalimat yang antusias seperti, âWah, sepedamu memang keren ya! Kita bersenang-senang sekali waktu bersepeda akhir pekan lalu.â Dengan begitu, Si Kecil merasa dihargai dan didengar.
Bunda, itu adalah metode untuk menanggapi beragam jenis pertanyaan 'kenapa' dari buah hati Anda. Bunda cukup menyediakan respons yang dipenuhi perhatian dan harus mencoba jelaskan hal tersebut apabila belum mampu memberikan jawaban langsung. Ini akan membuat si kecil merasa terhormati dan diperdengarkan loh. Mudah-mudahan informasi ini berguna bagi Anda.
|
Pilihan Redaksi
|
Untuk bunda yang ingin berbagi pengalaman seputar parental care sambil mendapatkan banyak hadiah, silakan bergabung dengan komunitas romero.my.idSquad. Untuk mendaftar, klik disini. SINI . Gratis!
7 Indikator Cara Mendidik Ortu Telah Sesuai Versi Ahli Psikologi
Memahami Sindrom Anak Kedua yang Dikenal Sebagai Versi Lebih Hebat
Anak-anak di Finlandia Memiliki Kepuasan Hidup yang Tinggi karena Orang Tua Mereka Menghindari 3 Hal Berikut
0 Comments