Dorong Produktivitas Pertanian dan Perikanan,Kaltim-Jabar Sepakat Bangun Kampung Petani dan Nelayan

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

romero.my.id, SUBANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Jawa Barat bersiap untuk membentuk kerjasama yang diharapkan memberikan manfaat positif kepada keduanya.

Kerjasama yang perlu dibahas lebih jauh meliputi pembangunan desa nelayan serta desa pertanian.

Konsep kolaborasi tersebut bermula usai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut kedatangan Gubernur Kalimantan Timur Harun MAS'ud (HARUM) di Lembaga Pengembangan Pakuan, Desa Sukasari, Kabupaten Subang pada hari Minggu tanggal 4 Mei 2025.

Penawaran kemitraan berasal dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang dikenal sebagai Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Gubernur Harum menyambut baik ide tersebut.

"Jika seperti ini, mari kita bentuk perjanjian kolaborasi di antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur," saran KDM.

Usulan tersebut pun langsung diterima dengan senang hati oleh Gubernur Harum.

Di masa mendatang, Kalimantan Timur berencana menyediakan tanah bagi penduduk Jawa Barat yang ingin tinggal di Kalimantan Timur.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pun telah menyediakan area untuk pertanian mereka.

Pertanian yang akan dikembangkan dalam rangka mendukung produktivitas pertanian, khususnya padi.

Baik untuk kebutuhan Kaltim, juga memasok kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pasalnya, hampir semua kebutuhan pokok Kaltim saat ini didatangkan dari luar daerah.

"Nanti kita buat di situ, desanya untuk penduduk Jawa Barat. Saya akan membawa para petani dari sini. Bersama-sama kita bangun tempat tinggal yang pantas serta lahan pertanian yang sudah siap. Habis itu hanya perlu mengisinya, lalu langsung bisa mulai menanam. Baiklah kesepakatan," ujar KDM selama pertemuan tersebut terjadi dengan suasana hangat.

Demikian pula dengan para nelayan, kelak akan didirikan desa nelayan.

Tempat-tempat asal para pelaut tersebut adalah Indramayu, Pamanukan, Pelabuhan Ratu, Pangandaran, serta Ciamis.

"Maka, kita berpindah kesana, kapalnya telah tersedia, rumahpun sudah siap, cukup dengan berlayar," percaya KDM.

Gubernur Harum begitu bersemangat terhadap ide yang diajukan oleh KDM itu.

"Setuju Kang KDM," balas Gubernur Harum.

Penawaran kolaborasi ini bertujuan untuk menggerakkan warga Jawa Barat hingga Kalimantan Timur karena KDM telah memperhatikan penyakit sosial dalam masyarakat yang terletak di wilayah dengan sumber daya alam melimpah.

KDM tidak segan-segan mengatakan bahwa penduduk Kalimantan Timur lahir di atas tumpukan batubara hitam.

Sementara itu, penduduk di Jawa pada umumnya dikenal sebagai orang-orang yang rajin bekerja, dikarenakan mereka tumbuh dan berkembang di wilayah yang dari awal telah memaksa mereka untuk bersaing.

"Sebab tempat kelahiran mereka telah sempit dengan ruang yang terbatas dan sumber daya alamnya juga terhadap," ungkap KDM.

Dia juga menyoroti masalah Kalimantan Timur dalam mengelola sektor pertanian, perikanan, perkebunan, kelautan, serta industri kreatif terpengaruh oleh jumlah populasi yang rendah, padahal daerahnya cukup luas.

Penghasilan tambang Kaltim sangat tinggi dan dana bagi hasil juga sangat besar.

Maka, bila kita melihat dari segi Pendapatan Daerah, apabila penghasilan Kalimantan Timur dibagikan rata-rata kepada seluruh penduduknya, kehidupan masyarakat di Kalimantan Timur tentunya akan terjamin kesejahterannya.

"APBD Jawa Barat senilai Rp29 triliun menangani populasi 50 juta orang. Sementara itu, Kaltim dengan anggaran RP20 triliun harus mengurus hanya 4 juta jiwa," demikian disampaikan oleh KDM.

Lain halnya dengan Jawa Timur yang memiliki APBD sebesar Rp28 triliun dan populasi berlipat dua belas kali lebih banyak dibandingkan Kalimantan Timur.

Solusi lain untuk Kaltim adalah menyiapkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Kerja sama bisa dilakukan dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjajaran dengan kelas khusus.

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Harum. Terlebih lagi, bersama dengan Wakil Gubernur Seno Aji, Gubernur Harum juga menghadirkan Program Gratispol yang mencakup pemberian pendidikan tanpa biaya mulai dari tingkat SMA sampai ke S-3.

"Program Gratispol telah kami launching, Kang KDM. Kami menyediakan pendidikan gratis dari tingkat SMA hingga Sarjana. Selain itu, kita akan memberikan seragam, tas, dan sepatu secara cuma-cuma untuk memastikan setiap orang ingin melanjutkan ke sekolah," tegas Gubernur Harum.

Gubernur Harum juga menunjukkan minat yang besar dalam mengembangkan kolaborasi bersama ITB dan Universitas Padjadjaran. (sul/ky/adv)

336x280

Post a Comment

0 Comments