romero.my.id - Guncangan terbaru yang dialami oleh kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada hari Senin, tanggal 5 Mei 2025, di provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Laporan tersebut datang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika alias BMKG.
Getaran dari gempa bumi terakhir dengan kekuatan 4,0 skala Richter terjadi pada jam 09:04 Waktu Indonesia Bagian Timur (WIB).
Gempa itu terletak 50 kilometer arah tenggara dari Tutuyan, Boltim, Sulut.
Koordinat tempat terjadi gempa adalah 0.38 LU dan 124.86 BT.
Pusat gempa berada di kedalaman 10 km.
Berikut keterangan BMKG yang dikutip dari akun X BMKG.
"#Gempa Magnitude:4.0, 05-Mei-2025 pukul 09:04:23 WIB, Lokasi:0.38LS, 124.86BT (50 km Timur Laut TUTUYAN-BOLTIM-SULUT), kedalaman:10 Km #BMKG," demikian informasinya dari akun X @infoBMKG.
Berikut ini merupakan data tentang Indeks Masyarakat Mengenal Meteorologi (MMI) serta pelajaran penting yang bisa diambil sesuai dengan tingkatan MMI dari situs web Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
I MMI
Guncangan dari gempa bumi hanya bisa terasa dalam situasi istimewa dan hanya oleh sebagian orang.
II MMI
Gelombang atau getaran dari gempa terasa oleh sebagian orang, dan objek-ringan yang dipasang di langit-langit seperti lampu gantung ikut berayun.
III MMI
Guncangan dari gempa terasa sekali di dalam bangunan.
Gemetar pada lantai teras seolah meningkat saat truk sedang melaju.
IV MMI
Di waktu siang hari, suara ini bisa didengar oleh banyak orang di dalam rumah, sementara sebagian kecil terdengar dari luar. Suaranya meliputi keramikan yang retak, jendela serta pintu yang goyang sampai mengeluarkan bunyi gesekan, disertai dengan dinding-dinding yang ikut berdesir.
V MMI
Gelombang guncangan dari gempa bumi bisa dirasakan sebagian besar masyarakat; mereka panik dan berlari kesana kemari, piringan keramik retak atau punah, objek dilempar ke udara, tiang serta peralatan raksasa nampak goyang-goyang, sementara bandul pada bel kentung ikut terhenti.
VI MMI
Gelombang guncangan dari gempabumi tersebut terasa oleh setiap individu.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Setiap orang di dalam rumah pergi.
Rumah mengalami kerusakan kecil namun memiliki struktur dan konstruksi yang solid.
Pada struktur yang memiliki kualitas kurang memadai, muncul keretakan dan beberapa bagian mengalami kehancuran, sementara itu cerobong asap juga patah.
VIII MMI
Gangguan kecil pada struktur gedung yang kokoh.
Retaknya gedung yang memiliki struktur tidak memadai, tembok lepas dari rangka bangunan, cerobong asap pabrik serta patung runtuh, air menjadi kotor.
IX MMI
Rusaknya struktur gedung yang kokoh, rangka atap mengalami penyimpangan dan retakan mulai muncul di berbagai tempat.
Kediaman itu kelihatan berpindah dari dasar aslinya.
Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Struktur berbahan dasar kayu yang kokoh mengalami kerusakan, konstruksi bangunan terlepas dari fondasi, permukaan tanah retak dengan pola melingkar, serta longsoran tanah merata ditemui di setiap aliran sungai dan area lereng.
XI MMI
Gedung-gedung yang masih bertahan dengan jumlah terbatas.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Saluran bawah tanah menjadi tak berguna, tanah retak, dan rel jadi sangat berkelok-kelok.
XII MMI
Musnah sepenuhnya, ombakan terlihat di atas tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
0 Comments