POPULER DI SUMATERA BARAT: Permintaan agar Fly Over Sitinjau Lauik Tahan Gempa, Wisata Alam Pinus Puncak Pato Jadi Sorotan

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

romero.my.id, PADANG - Perhatikan beberapa berita menarik tentang Sumatera Barat (Sumbar) yang telah kami rangkum dalam 24 jam terakhir.

Terdapat laporan tentang Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, yang menekankan pada pentingnya BPJN atau Balai Pelaksana Jalan Nasional untuk mengakomodasi pertimbangan kekuatan gempa saat merancang Fly Over Sitinjau Lauik, proyek yang dijadwalkan dimulai pembangunannya tahun ini.

Dody pun berharap agar infrastrukturnya yang mempersatukan Kota Padang dengan Kabupaten Solok dapat meraih sertifikat ketahanan gempa.

Selanjutnya, terdapat destinasi wisata area hutan pinus yang menampilkan kesegaran serta kecantikan alam di Puncay Pato dengan ketinggian 1100 MDPL, letaknya ada di Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menuturkan bahwa mereka berencana mendirikan enam unit bendungan sabo dalam beberapa hari ini guna mencegah kemungkinan terjadinya aliran lumpur panas dari Gunung Marapi yang ada di Sumatera Barat.

Baca berita selengkapnya:

1. Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Dimulai Tahun Ini, Menteri PUPR Dody Hanggodo Menekankan Keamanannya Terhadap Guncangan Gempa

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menginstruksikan kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJn) untuk mengevaluasi aspek kekebalan terhadap guncangan gempa saat merancang Fly Over Sitinjau Lauik yang direncanakan dimulai pembangunannya pada tahun ini.

"Seperti yang telah diketahui, jalur Sitinjau Lauik I melintasi daerah pegunungan. Provinsi Sumatera Barat dielilingi oleh lempengan retakan aktif yang dapat bergerak sewaktu-waktu. Karena alasan tersebut, sangatlah vital agar perencanaan awal dari flyover ini mempertimbangkan kekuatan tahan guncangan bumi," ungkap Dody kepada para jurnalis pada hari Sabtu, 3 Mei 2025.

Dody pun berharap agar fasilitas penghubung antara Kota Padang dengan Kabupaten Solok dapat memperoleh sertifikat ketahanan terhadap gempa.

"Meskipun ada guncangan dengan intensitas ringan, minimal fungsionalitas keamanannya masih dapat dipastikan," ungkapnya.

Dody menyatakan bahwa tujuan dari pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik adalah untuk menurunkan tingkat kecelakaan di area itu dan sekaligus meningkatkan aliran ekonomi.

"Di luar tujuan keamanan, jalan ini pun berperan dalam mengakselerasi perkembangan ekonomi, khususnya bagi warga di kabupaten-kabupaten yang menjadi bagian dari Kota Padang," katanya.

Di awal fase tersebut, flyover itu akan dikonstruksi selama 2,7 kilometer dengan biaya hinggaRp2,8 triliun.

Proyek ini dijalankan menggunakan model Kerja Sama antara Pemerintahan dan Badan Usaha (KPBU), dengan PT Hutama Karya bertindak sebagai penyelenggara utamanya.

"Hutama Karya akan bertanggung jawab atas konstruksi dan perawatan flyover seluas 2,7 kilometer dalam fase pertamanya," lanjutnya.

Sebelum konstruksi dimulai, Dody juga mengharapkan Pemprov Sumbar agar cepat melengkapi proses pengambilalihan tanah serta mendapatkan persetujuan peminjaman area hutan tersebut.

Semoga harapan kita, bahwa seluruh tahap administratif seperti pembersihan lahan dan perizinan hutan dapat terselesaikan dengan cepat. Hal itu akan memastikan proyek ini berlangsung mulus dan manfaatnya langsung terasa oleh warga di Sumatera Barat," demikian penjelasan Dody.

2. Merasakan Kesegaran Alam Pinus di Puncak Pato Tanah Datar, Terletak pada Ketinggian 1100 Meter Di Atas Permukaan Laut

Hutan Pinus di Puncak Pato kini telah menjelma sebagai salah satu tujuan turis favorit di kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

Puncak Pato berada di ketinggian 1100 MDPL terletak di Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar yang tiap akhir pekan ramai pengunjung.

Tempat wisata ini menampilkan area hutan pohon cemara yang memberikan kesegaran serta pesona alami.

Ketika Romero.my.id mengunjungi Puncak Pato pada hari Sabtu (3/5/2025), terdengar suara angin yang menderu halus dari jarak jauh.

Berayun-ayunkan tangkai serta daunnya ketika mendekati area itu, menembus masuk ke dalam jaringan rumit dari batang-batang pohon pinus yang menjulang tinggi.

Angin sepoi-sepoi dengan lembut menyapu kulit, membawa damai ke dalam hati para tamu yang merasakan ketenangan hutan pohon cemara.

Saat petang datang, kita bisa menyaksikan pesona sunset. Sang mentari tampak seperti mengayun-ayun perlahan ketika berpamitan di penghujung hari.

Adegan itu bisa dicatat lewat kamera ponsel. Latar belakangnya adalah langit yang memancarkan warna merah jambu, sungguh memesona sebagai pengambilan gambar.

Betapa menyenangkannya menghabiskan waktu bersama keluarga di lokasi turis ini. Bagi yang belum memiliki keluarga, bisa juga pergi bersama teman dekat atau pasangan.

Seorang pemuda dari Puncak Pato bernama Ismail mengungkapkan bahwa tempat wisata di Puncak Pato menawarkan pemandangan alam yang memesona serta unsur-unsur budaya.

"Di sini juga terdapat wisata budaya yang menjadi awal kelahiran prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," ujarnya.

Harga tiket masuk ke Puncak Pato dihargai Rp8 ribu per orang sedangkan biaya parkir adalah Rp3 ribu untuk sepeda motor dan Rp5 ribu untuk kendaraan roda empat.

Keanggunan hutan pinus ini memungkinkan para wisatawan untuk mendirikan tenda dengan biaya sebesar 15 ribu rupiah per malam dan membawa perlengkapan mereka sendiri.

Meneruskannya, Ismail menyebut bahwa hutan pinus ini senantiasa dikawasi dan dirapikan. Jika pohonnya tumbuh terlalu tinggi, sebagian akan ditebang sebagai upaya perlindungan bagi para wisatawan.

Banyak lokasi untuk berfoto yang pasti akan mengisi galeri telepon Anda dengan kenangan indah, tersebar di beberapa area.

Satu tempat yang menarik adalah Tugu Sumpah Sati Bukit Marapalam, di sini Anda bisa melihat kecantikan hutan pinus dan Gerbang Masuk Puncak Patto. Di area ini pun Anda berhenti untuk mengagumi panorama Danau Singkarak dari bawah tugu Sumpah Sati.

Apabila letih dilepaskan, sudah tersedia pula kursi yang bisa dinikmati oleh para tamu sambil merasakan kecantikan alami tersebut.

"Fasilitas yang disediakan sangat komplit, termasuk kamar mandi dan mushola, bahkan terdapat pula warung makan atau minum di sekitar pintu masuk," jelasnya.

Pada saat yang sama, seorang tamu asal Nagari Tapi Selo dengan nama Ari menyampaikan bahwa Objek wisata Puncak Pato begitu tenang dan segar.

“Disini adem, sejuk serta pemandangannya bagus dan tentu banyak spot foto untuk stok di medsos,” ucapnya dengan sedikit tertawa.

Menurut Ari, tempat wisata ini juga memiliki kedai kopi dengan harga yang bersahabat, yaitu antara Rp8 ribu sampai Rp15 ribu rupiah.

Selagi menyantap hidangan utama, tersedia pilihan seperti popmie, mi goreng, atau pun mi instant berkuah yang ditawarkan oleh penjual lokal.

"Kecantikan serta ketenangan hutan pohon pinus perlu dirasakan untuk menghilangkan rasa lelah dan sangat disayangkan jika dilewati," demikian katanya.

3. Sabo Dam Segera Dibangun Pakai Anggaran Rp69 Miliar, untuk Antisipasi Lahar Dingin di Tanah Datar

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun enam unit sabo dam dalam waktu dekat untuk mengantisipasi potensi banjir lahar dingin dari Gunung Marapi di Sumatera Barat.

Ini dikatakan setelah pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggoro, Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, serta Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati pada hari Sabtu, 3 Mei 2025.

"Sebentar lagi kita akan mendirikan enam bendungan sawah. Dana sekitar 69 miliar rupiah telah tersedia. Semoga bulan ini tender bisa dilaksanakan, serta pembangunan fisiknya baru dimulai pada Agustus," ungkap Eka Putra saat diwawancara oleh jurnalis.

Dia menyebutkan bahwa dari keseluruhan keperluan 46 waduk di daerahnya, pemerintah pusat hanya menetapkan anggaran untuk membangun 25 waduk dengan jumlah dana mencapai Rp285 miliar rupiah.

"Namun hanya ada enam sabo dam yang telah cair dan siap dibangun untuk fase pertama dengan anggaran sebesar Rp69 miliar," terangnya.

Enam bendungan ituakan didirikan di lokasi-lokasi rawan terhadap bencana aliran lumpur panas, yaitu di daerah sungai Batang Malana, Sungai Batang Anai, serta kawasan Pagu-Pagu Nagari Pandai Sikek.

Eka Putra sangat percaya diri bahwa, selain berfungsi sebagai upaya penanggulangan bencana, adanya bendungan sabo juga akan menambah daya tarik wisata di sekitar area tersebut.

"Sabot dan semua bendungan yang sedang dikonstruksi ini merupakan yang terbaru. Mereka nanti akan diperlengkap dengan jembatan di atasnya, sehingga dapat digunakan oleh masyarakat dan memiliki potensi untuk menjadi tujuan wisata baru," demikian penjelasannya.

336x280

Post a Comment

0 Comments