romero.my.id –Volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA), Benowo, setiap mencapai 1.500 ton. Yakni melebihi kuota maksimal penampungan TPA setiap hari.
Menekan pembuangan sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya mendorong masyarakat pada setiap RW melakukan pemilahan sampah. Dari 1.390 RW, baru sekitar 120 RW telah melakukan pemilahan sampah, seperti menerapkan bank sampah.
Aktivitas tersebut berhasil menekan volume sampah hingga puluhan atau ratusan ton setiap harinya ke TPA. Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto mengatakan, selain mengurangi volume sampah, pengelolaan sampah berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat.
Misalnya Bank Sampah Berkah RW 2, Keluarahan Sukomanunggal. Setiap bulannya, hasil penjualan sampah mencapai jutaan rupiah. Karena itu, tahun ini program pemilahan sampah lebih digencarkan.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLH) bertujuan agar program ini bisa dijalankan di 500 RW di Surabaya. Akan dilakukan sosialiasi dan pelatihan bagi masyarakat secara cepat. Selanjutnya, mereka juga akan mendukung penyediaan beberapa fasilitas yang dibutuhkan oleh penduduk setempat.
"Di luar bank sampah, pengelompokan sampah dapat pula dijalankan melalui metode lain misalnya pembuatan pupuk kompos. Akibatnya, jenis fasilitas yang disediakan pun akan bervariasi. Misalnya mendirikan TPS 3R, bank sampah, atau tempat untuk membuat kompos sesuai keperluan masing-masing RW," jelas Dedik.
Pelaporan untuk 500 RW yang akan melaksanakan program kampung zero waste Saat ini sedang dalam proses. Di bulan Agustus, mereka berusaha agar konstruksi fasilitas bisa dimulai. Lewat program itu, Dedik bertujuan untuk mereduksi sekitar 500 ton limbah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Benowo, setiap hari.
Target kami adalah jumlah limbah yang diantar ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak melebihi 1000 ton, sesuai dengan kapasitas TPA tersebut. Bila program ini berhasil dilaksanakan secara optimal, pada tahun depan yaitu 2026, kondisinya akan menjadi seperti ini: zero waste "Bisa terjadi di semua RW di Surabaya," kata Dedik.
0 Comments