Semarang Night Carnival 2025: Festival Malam yang Menggabungkan Kostum dan Warisan Budaya Indonesia

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

SEMARANG, romero.my.id - Semarang Night Carnival (SNC) 2025 kembali digelar sebagai salah satu event tahunan yang dinantikan oleh masyarakat Kota Semarang.

Event ini merupakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang yang ke-478, dan akan dimeriahkan dengan beragam hiburan, mulai dari penampilan drum band, tari-tarian, hingga parade kostum yang melibatkan ratusan peserta.

Parade SNC 2025 kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, dimulai dari Titik Nol Kilometer Kota Lama Semarang dan berakhir di halaman Balai Kota Semarang.

Parade kostum tahun ini mengusung tema "Perisai Nusantara," yang dibagi dalam empat sub-tema: Bunga Anggrek, Burung Merak, Burung Cendrawasih, dan Penjor.

Wing Wiyarso Poesupojo, kepala Disbudpar Kota Semarang, menyampaikan bahwa empat elemen yang dipilih dalam SNC 2025 dengan jelas mencerminkan keragaman budaya Indonesia, terutama di wilayah Jawa Tengah.

"Empati menjadi fokus utama dalam sub-topik yang kamiangkat kali ini, hal tersebut sebagai komitmen untuk mempertahankan Nusantara terhadap pengaruh budaya luar," jelas Wing kepada romero.my.id , Minggu (4/5/2025).

Semarang Night Carnival 2025

Wing menyampaikan detail tambahan tentang arti masing-masing sub-topik.

Menurut kabar, Bunga Anggrek adalah salah satu tumbuhan yang populer di Indonesia, sementara itu Burung Cendrawasih dipandang sebagai burung suci nasional Indonesia berkat sepasang sayapnya yang mempesona.

"Burung Merak juga memiliki filosofi yang tinggi, sehingga dipergunakan dalam prosesi ritual budaya seperti Reog Ponorogo," tambahnya.

Wing pun menyebutkan bahwa Penjor Janur mencerminkan keakraban tamu serta ungkapan rasa terima kasih masyarakat Jawa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dia menginginkan agar di masa mendatang, acara SNC bisa semakin maju dan bekerja sama dengan lebih banyak seniman lokal serta internasional.

Tentu saja kita menghargai hal ini karena saat ini adalah masa kerjasama dan sinergi. Oleh karena itu, kami berharap dapat bekerjasama di kemudian hari dalam penyelenggaraan acara seni budaya yang menakjubkan. Ini pun menjadi bagian dari usaha kami memperkuat perekonomian kreatif, " jelas Wing.

Pada saat yang sama, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menggarisbawahi bahwa SNC 2025 bukan cuma sebuah acara, melainkan juga bertindak sebagai pendorong bagi industri kreatif di Kota Semarang.

"Kecapaian Semarang Night Carnival dapat dinilai melalui sejauh mana aktivitas ekonomi lokal meningkat saat penyelenggaraan acara ini. Inilah metode termudah untuk memacu serta mendorong peningkatan angka pertumbuhan ekonomi," terangkan dia.

Seorang penduduk kota Semarang bernama Dewi mengungkapkan rasa gembiranya tentang acara SNC 2025.

Dia dengan senang hati berkunjung dari Ngaliyan, Semarang Barat, mulai pukul 16.00 WIB hanya untuk melihat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang yang ke-478 di Balai Kota Semarang.

"Barusan sejak pukul empat petang, saya antri untuk mencicipi Soto Vaganza. Kemudian melanjutkan dengan menonton SNC karena setiap tahun selalu menyaksikannya. Tahun ini sangat meriah, sehingga tak boleh terlewatkan," demikian katanya Dewi.

336x280

Post a Comment

0 Comments