Tim SAR Evakuasi Berhasil Jenazah Fahrul Hidayatullah, Pendaki Jember dari Jurang Gunung Saeng

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

romero.my.id – Setelah menempuh proses evakuasi yang membutuhkan usaha ekstra selama tiga hari, tim pencarian dan pertolongan bersama akhirnya sukses mengangkat jenasah Fahrul Hidayatullah, 18 tahun, seorang pendaki dari Jember yang terpeleset hingga jatuh ke jurang di Gunung Saigne, Kabupaten Bondowoso. Proses evakuasinya dimulai pada Minggu (4/5) sekira pukul 12:00 Waktu Indonesia Bagian Barat.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit menyebutkan bahwa medannya sangat sulit dengan tanah bergelombang dan batuan di area dekat jurang sebagai salah satu tantangan besar dalam misi ini. Dia menjelaskan, proses evakuasi begitu penuh tensi akibat keadaan tebing yang luar biasa curam serta sempit, disertai oleh iklim yang tak dapat diprediksi.

Setelah berhasil dikeluarkan dari dasar tebing, mayat Fahrul dipindahkan dengan cara bergantian hingga mencapai markas tim SAR bersama-sama. Sekitar pukul 16:50 WIB, mayat tersebut sampai di Pusat Kesehatan Masyarakat Sumberwaru dan segera ditransfer ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso guna mendapatkan perawatan tambahan.

Usaha penyelamatan ini mencakup belasan staf dari beberapa lembaga yang berbeda. Tak hanya pasukan Pos SAR Jember, Basarnas Surabaya pun mengerahkan sebuah unit ekstra guna meningkatkan upaya pencarian dan pertolongan. Peningkatan jumlah tenaga kerja tersebut terjadi sesudah dua orang anggota tim SAR tadi mendapat luka karena tersenggol batu ketika sedang berjuang dalam misi evakuasi korban.

Andi Irawan, koordinator Pos SAR Jember, mengatakan bahwa cuaca yang hujan serta kabut pekat memperburuk kondisi medan. "Keadaan menjadi sangat licin dan penglihatan terbatas akibat kabut tebal," jelasnya.

Fahrul sempat diketemuan pada hari Jumat (2/5) usai proses pencarian yang memanfaatkan drone berteknologi termal. Dia ditemui sudah tidak bernyawa di bagian bawah tebing dengan ketinggian kurang lebih 150 meter, tepatnya di posisi koordinat 7° 56' 07.111" S serta 113° 43' 36.919" E. Tempat penemuannya ada sekitar 54 meter jauhnya dari lokasi aslinya ketika pertam kali terpeleset sewaktu turun bukit bersama dua orang temennya.

Operasi SAR kali ini menggabungkan kekuatan dari beberapa entitas, di antaranya adalah Pos SAR Jember, BPBD Bondowoso, Kodim 0822 Situbondo, Satgas Gunung Saeng, Brimob, dan Polres bersama dengan serentetan organisasi sukarelawan lainnya seperti Siluman Rescue, OPA Jember, WANADRI, dan Gema Mahapeta. Untuk mendukung operasi tersebut telah disiapkan peralatan yang mencakup drone, alat bantu rescu vertikal, kit kesehatan dan navigasi, serta sarana komunikasi.

Badan SAR Nasional menyarankan kepada semua pendaki agar tetap waspada terhadap keadaan iklim dan kesehatan tubuh mereka sebelum mulai mendaki, juga tidak memaksakan perjalanan jika kondisinya tak memadai.

336x280

Post a Comment

0 Comments