Wall Street Meningkat, Harapan Resolusi Perang Dagang AS-Cina Semakin Nyata

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

Bursa efek di Amerika Serikat, yaitu Wall Street, berakhir menguat pada hari terakhir pekan kemarin. Kenaikan ini disokong oleh angka ekonomi negeri tersebut yang melebihi ekspektasi serta adanya harapan negosiasi perdagangan antara pemerintah Washington dengan Beijing. Hal ini menandai peningkatan untuk minggu kedua beruntun.

Dow Jones Industrial Average meroket sebesar 564,47 poin atau 1,39% hingga mencapai tingkat 41.317,43, sementara itu indeks S&P 500 bertambah 82,54 poin atau 1,47% sampai berada di posisi 5.686,68. Indeks Komposit Nasdaq juga meningkat dengan angka 266,99 poin atau 1,51%, sehingga menembus titik 17.977,73.

Pada perdagangan mingguan, indeks S&P 500 meningkat sebesar 2,9%, sedangkan Indeks Dow Jones merangkak naik hingga 3%. Di sisi lain, Nasdaq berhasil membukukan kenaikan signifikan yaitu 3,43% yang merupakan peningkatan tertingginya. Selain itu, kemajuan ini menjadi sesi positif kelima belas berturutan untuk S&P 500, setara dengan catatan terpanjangnya pada tahun 2004 serta melanjutkan tren bullish selama sembilan hari pertama bagi Indeks Dow Jones mulai bulan Desember 2023.

"Pasar saham merayakan berita mengenai upah, namun perlu disampaikan bahwa peningkatan tenaga kerja mulai melemas dalam bulan ini dan belum ada banyak pembicaraan seputar hal tersebut," ungkap Talley Leger, pakar strategi pasar di The Wealth Consulting Group seperti dilansir oleh Reuters Minggu (4/5).

  • Donald Trump Menerima Kritikan Setelah Memposting Gambar AI Diri Sendiri Sebagai Paus
  • Performa Saham Microsoft dan Meta Menghidupkan Kembali Semangat di Wall Street

Meskipun demikian, tidak seluruh saham ikut serta dalam tren positif tersebut. Saham Apple malah merosot mendekati 4% usai perusahaan menyatakan akan mengurangi skema repurchasing dengan nilai mencapai USD 10 miliar dan juga memberikan peringatan bahawa bea masuk bisa bertambah menjadi sekitar US$ 900 juta untuk periode kuartal yang sedang berlangsung.

Saham sektor teknologi utama lainnya menunjukkan pergerakan beragam. Meta Platforms bertambah 4,3%, Nvidia meningkat 2,6%, sementara Amazon hanya terkoreksi 0,1%. Di sisi sector energi, saham juga cenderung lebih tinggi dengan Chevron naik 1,6% dan ExxonMobil memperoleh kenaikan 0,4% pasca pengumuman hasil finansial yang kuat.

Saham Block Inc. jatuh sebesar 20% sesudah menurunkan perkiraan keuntungan untuk tahun 2025 dan tidak mencapai harapan soal penerimaan finansialnya. Sementara itu, saham Take-Two Interactive merosot mendekati 7% karena memberitahu publik tentang penundaan perilisan game "Grand Theft Auto VI" sampai bulan Mei pada tahun 2026.

Pasarnya mengindikasikan adanya kekuatan dari segi teknis. Perbandingan antara jumlah saham yang naik dengan yang turun di NYSE adalah 3,81 banding 1, hal ini memperlihatkan dominansi sentimen positif. Indeks S&P 500 berhasil meraih 12 poin tertingginya selama tahun lalu, sementara itu indeks Nasdaq juga menyentuh 51 titik tertinggi baru. Walaupun demikian, volume transaksi perdagangannya belum melampaui angka ratarata 15,99 miliar lembar saham dan masih lebih rendah daripada nilai 20 hari terakhir yaitu 19,3 miliar.

Kementerian Tenaga Kerja Amerika Serikat menyatakan bahwa ada tambahan 177.000 pekerjaan baru pada bulan April, angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan pasar. Tingkat pengangguran pun bertahan di posisi 4,2%. Informasi ini bisa membantu mengurangi kecemasan tentangperlambatan ekonomi yang muncul sejak data Produk Domestik Bruto kuartal menunjukkan penyusutan pertama dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Penurunan ekonomi di Amerika Serikat, khususnya karena meningkatnya impor sebagai hasil dari perang tarif yang tengah berlangsung.

Sebaliknya, tensi dalam urusan dagang di antara kedua kekuatan ekonomi terkemuka dunia ini mulai membaik. Pada hari Jumat, pihak berwenang Tiongkok memberikan konfirmasi bahwa mereka sedang melakukan penilaian atas usulan dari Amerika Serikat untuk menjalankan pembicaraan berkaitan dengan bea masuk senilai 145% yang telah dipasang presiden AS, yakni Donald Trump.

336x280

Post a Comment

0 Comments