Bukan Tanpa Sebab, Ini Alasan Kenapa Nabi Muhammad Disusui oleh Halimah As-Sa'diyah Bukan Bundanya

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

Cerita tentang kelahiran Nabi Muhammad sangat mengundang minat untuk diteliti, terutama fakta bahwa ia tidak menyusu dari sang ibu. Ada alasannya tersendiri yang menjelaskan mengapa Nabi Muhammad diberi ASI oleh Halimah Al-Sa'diyah daripada Ibunya sendiri.

Ketika masih anak-anak, Nabi Muhammad dititipkan kepada Halimah As-Sa'diyah untuk disusui dan dirawat. Masa asuhan ini berlangsung sekitar empat tahun. Sepanjang masa merawat Nabi Muhammad, Halimah As-Sa'diyah senantiasa dilimpahi berkah.

Nabi Muhammad amat mencintai ibunya yang satu itu. Dia menaruh perasaan seolah-olah Halimah adalah ibu kandungnya sendiri. Sampai ketika Nabi Muhammad sudah menjadi orang dewasa, dia masih sering memikirkan sosok ibu angkatnya tersebut.

Saat Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul, Halimah As-Sa'diyah datang kepada beliau untuk memeluk Islam. Nabi Muhammad sangat gembira. "Inilah ibuku... inilah ibuku," kata Nabi Muhammad ketika berjumpa dengan Halimah As-Sa'diyah.

Nabi Muhammad selalu memperlakukan Halimah As-Sa'diyah dengan baik. Nabi Muhammad akan membentangkan sorbannya setiap bertemu dengan Halimah As-Sa'diyah. Membentangkan sorban ialah ungkapan untuk menghormati orang lain. Begitulah Nabi Muhammad. Beliau selalu mengungkapkan terima kasih kepada Halimah As-Sa'diyah yang mengasuhnya sewaktu kecil, seperti dikutip dari buku Kumpulan Teladan Akhlak Rasulullah yang ditulis Kak Thifa.

Alasan Nabi Muhammad disusui Halimah As-Sa'diyah

Ibu Nabi Muhammad bernama Aminah. Beliau meninggal saat Nabi Muhammad berusia enam tahun. Jadi, Nabi Muhammad praktis sudah menjadi anak yatim piatu sejak masa kanak-kanak. Sang Bunda, Aminah, meninggal ketika pulang dari Yatsrib (Madinah) bersama Nabi Muhammad dan Ummu Aiman, pembantu mereka.

Dalam kebiasaan bangsa Arab, seorang bayi harus disusui oleh ibu lain. Begitu pula dengan Nabi Muhammad, beliau disusui oleh Halimah As-Sa'diyah di Dusun Bani Sa'ad seperti dikutip dari buku Keajaiban dan Kejadian Bersejarah Nabi Muhammad Yang dikarang oleh Kak Thifa dan dipublikasikan oleh Saufa.

Halimah As-Sa'diyah merupakan ibu susu Rasulullah SAW. Semua kisah tersebut bermula di Arab ketika ada tradisi dan kebiasaan mengirim anak-anak mereka baik laki-laki dan perempuan kepada orang lain yang tinggal di luar kota untuk dirawat dan diasuh oleh orang lain.

Dirangkum dari buku 99 Kisah Teladan Sahabat Perempuan Rasulullah karya Mashur Abdul Hakim mengenai pertemuan Halimah dan bayi Rasulullah. Halimah As-Sa'diyyah hadir bertemu dengan perempuan di Makkah untuk mengasuh dan menyusui anak-anak mereka. Sebab kebiasaan orang Makkah yang menitipkan anak mereka, seperti dikutip dari laman detikcom.

Halimah As-Sa'diyyah berkata, "Kami datang ke Kota Makkah untuk menjadi perempuan tukang menyusui." Pada saat itu ibu Aminah datang bersama Rasulullah SAW bayi, namun kesan pertamanya Halimah As-Sa'diyyah tidak mau menerima beliau.

Halimah menolak Nabi Muhammad SAW atas dasar memiliki suatu argumen, dia mendapat informasi bahwa putra Aminah merupakan yatim piatu. Halimah menjawab, "Saya sendiri yatim piatu dan harapan saya pada ayahnya anak ini tidak terpenuhi."

Sampai akhirnya sebelum berpisah Halimah berkata kepada suaminya, "Saya tidak menemukan anak yang mau saya susui. Demi Allah saya akan menemui anak yatim itu dan akan saya ambil."

Suami Halimah menjawab, "Lakukanlah. Barangkali Allah memberikan berkah kepada kita dengan melakukan hal itu."

Halimah berkata, "Ketika saya mengambil anak itu, saya membawa pulang ke kantong pelana saya, dia langsung menyambar kedua payudara saya, menyusu bersama saudara-saudara (sesusuan)nya."

Suami Halimah berkata, "Ya Halimah, demi Allah, saya perhatikan kamu mendapatkan banyak berkah."

Halimah As-Sa'diyah banyak mendapatkan keberkahan

Dari buku Meneladani Rasulullah Melalui Sejarah Dalam tulisan yang dikarang oleh Sri Januarti Rahayu, disebutkan bahwa saat Halimah memegang bayi Rasulullah, dia merasakan lenyapnya kelelahannya. Ketika ia menyuksuri Nabi Muhammad SAW, si bayi dapat menyusu dengan bebas hingga puas tanpa ada kendala berarti.

Bayi kandungan Halimah yang dia bawa pun dapat disusui hingga puas, sehingga kedua anak itu tidur nyenyak. Sebenarnya selama perjalanan ke arah Mekkah, Halimah serta suaminya tak mampu tidur akibat si bayi kandungnya yang terus menangis.

Selain itu, keledainya yang sudah tua tidak mampu berjalan jauh apalagi membawa beban berat, tiba-tiba mampu berjalan cepat dan membawa mereka semua ke perkampungannya.

Saat tiba di daerah Bani Sa'ad, betapa terkejutnya Halimah dan suami menyaksikan sepetak tanah punya mereka menjadi sangat subur, domba yang mereka punya menjadi subur hingga bisa diperas susunya.

Memetik kisah dari ibu susuan Nabi Muhammad memang sangatlah menarik ya, Bunda. Dari kisah tersebut, banyak didapatkan cerita inspiratif terkait keberuntungan Halimah mendapatkan bayi yang disusuinya ternyata sosok yang istimewa. Ya, Halimah begitu bersyukur dan merasa sangat beruntung karena  begitu banyak keberkahan yang ia dapatkan bersama keluarganya dengan mengasuh Nabi Muhammad SAW.

Pilihan Redaksi
  • Khasiat Habbatussauda bagi Ibu Menyusui, Dapat Mengalirkan ASI dengan Baik Bun
  • Resep Minuman Nabiz bagi Ibu yang Sedang Menyusui, Cara Membuat Infusi Kurma untuk Melancarkan Produksi ASI
  • Cerita Tentang Tsuwabah Al-Aslamiyah, Wanita Terhormat Pertama yang Memberi Susu kepada Nabi Muhammad

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas romero.my.idSquad. Daftar klik di SINI. Gratis!

336x280

Post a Comment

0 Comments