Cuaca Ekstrem Arab Saudi 41°C: Jemaah Haji Siap dengan Oralitt Matematika

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

romero.my.id - Suhu tinggi yang luar biasa di Arab Saudi selama musim haji tahun 2025 ini mengharuskan para peziarah untuk berhati-hati terhadap risiko kekurangan cairan dalam tubuh.

Para jamaah haji yang datang ke Madinah ditemui dengan iklim padang pasir yang sangat hangat.

Temperatur di Madinah dikatakan meraih hingga 41 derajat Celcius.

Dengan kadar air yang rendah serta eksposur terhadap cahaya matahari yang intens, hal ini dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dengan cara menambah risiko dehidrasi dan serangan panas, terutama untuk para jemaah yang belum terbiasa menghadapi iklim hangat tersebut.

Petugas PPIH Bidang Kesehatan menyarankan agar para jemaah secara teratur meminum oralit dengan frekuensi sekali sehari atau setidaknya satu bungkus per harinya, serta selalu menyediakan air ketika melakukan kegiatan di luar ruangan.

Di samping itu, para jamaah diminta memakai perlindungan diri berupa topi, payung, serta masker kain basah guna melindungi jalur pernafasan dari hembusan angin yang kering.

"Harapan kami adalah para jemaah bisa memelihara kesehatannya dengan baik supaya mereka dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar serta penuh konsentrasi," ungkap Dr. Jumiati, salah satu anggota Petugas Kesehatan PPIH.

Kenapa Literasi Lisan Penting bagi Jemaah Haji? Apa Saja Keuntungannya?

Pihak PPIH Kesehatan Wilayah Operasional Bandara memberikan larutan Oralit kepada para jemaah haji asal Indonesia yang baru sampai di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada hari Minggu (4/5/2025).

Nampak dr. Jumiati Satrul serta dr. Magda Lusiana sedang menyebarkan informasi kesehatan kepada rombongan dari Kloter 8 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-08) yang baru datang lewat jalur cepat.

Mereka menargetkan utamanya para jemaah tua yang berisiko tinggi menderita dehidrasi.

Tindakan ini diambil guna menghindari dehidrasi disebabkan oleh suhu yang sangat panas di Tanah Suci.

"Oralit adalah solusi berbentuk cair yang terdiri dari air, gula, serta garam dalam proporsi yang tepat. Kegunaannya adalah untuk mencegah kondisi dehidrasi, khususnya pada kalangan lanjang usia," jelas Dr. Jumiati saat berada di Bandara Madinah.

Dokter ahli penyakit internal dari Sulawesi Selatan tersebut menyatakan bahwa oralit memberikan berbagai keuntungan signifikan untuk para jemaah haji.

Pertama, oralit bisa menyeimbangkan cairan dan elektrolit yang terhilang karena aktivitas fisik dan suhu udara sangat panas.

"Oralit dapat menyeimbangkan kembali elektrolit dalam tubuh yang terbuang lewat keringat," jelasnya.

Manfaat kedua adalah mencegah dehidrasi yang dapat menyebabkan lemas, pusing, hingga tekanan darah menurun.

"Oralit memiliki kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan air biasa lantaran mempunyai perbandingan gula dan garam yang tepat untuk absorpsi yang cepat," jelasnya.

Keuntungan ketiga, oralit dapat membantu memelihara kekuatan fisik saat beribadah di Tanah Suci.

"Memiliki elektrolit terkini, tubuh akan tetap berenergi saat melaksanakan serangkaian ibadah seperti thawaf, sa'i, serta wukuf." Cara menggunakannya adalah dengan mencampur satu bungkus oralit ke dalam 200 mililiter air putih," jelas Dr. Jumiati.

PPIH Kesehatan juga menawarkan pelayanan klinis di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah untuk para jemaah yang memerlukan penanganan tambahan.

Fasilitas yang tersedia meliputi departemen gawat darurat, kamar perawatan rumah sakit, klinik jiwa, farmasi, labolatorium, radiologi, serta poliklinis gigi.

(Majalah Tribunnews/Jaringan Media Haji 2025/Mansur AM)

336x280

Post a Comment

0 Comments