Erick Thohir Amarah Berkepanjangan Setelah Mengetahui Dua Pemain Timnas Indonesia Jadi Korban Rasisme

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

romero.my.idKetua Umum PSSI, Erick Thohir, marah besar usai mendengar dua pemain timnas Indonesia jadi korban rasisme.

Kedua pemain itu adalah Yakob Sayuri dan Yance Sayuri.

Yakob dan Yance menerima perilaku rasisme di media sosial.

Itu terjadi usai kedua pemain tersebut membela Malut United melawan Persib Bandung pada pekan ke-31 Liga 1 2024/2025 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Maluku Utara, Jumat (2/5/2025).

Pada pertandingan tersebut, Malut United berhasil mengalahkan Persib dengan skor 1-0.

Pertumbahan kekalahan tersebut memaksa Persib mengundurkan waktu untuk mendapatkan gelar juara Liga 1 2024/2025 yang hampir diraihnya.

Setelah memimpin Malut United menuju kemenangan, Yakob dan Yance jadi sasaran rasialisme.

Terdapat enam akun Instagram yang mengeluarkan ucapan kasar terhadap kedua pemain berasal dari Papua itu.

Yakob dan Yance pada awalnya tetap sabar usai menghadapi serangan rasis.

Namun, mereka tak dapat menunggu lama dan pada akhirnya mengabarkan hal tersebut kepada APPI.

Setelah berunding dengan APPI, kedua eks pesepak bola PSM Makassar tersebut setuju untuk mengadukan keenam akun tersebut kepada polisi.

Pelaporan mungkin tidak akan terwujud jika keenam akun Instagram tersebut telah meminta maaf kepada dia secara langsung.

Mengetahui ada ujaran rasis terhadap Yakob dan Yance, Erick Thohir marah.

Berulang kali, Erick Thohir telah menekankan untuk menghindari perilaku rasis dalam sepak bola Indonesia.

Erick Thohir menginginkan agar sepak bola di Indonesia dapat berlangsung dengan mulus.

Para pendukung tim yang kalah perlu menerima hasil tersebut sebagai fakta.

Saya secara konsisten menentang diskriminasi rasial dalam persepakbolaan.

"Tidak terima adanya ucapan atau hal-hal bertema diskriminasi rasial dalam dunia sepak bola, apalagi di Indonesia," ungkap Erick Thohir.

Beberapa insiden diskriminasi etnis telah terjadi dalam dunia sepak bola Indonesia.

Baru-baru ini seorang pesepakbola di Liga 4 musim 2024/2025 menjadi korban rasisme.

PSSI telah mengungkapkan pendapatnya dan berharap agar tak terjadi lagi insiden semacam itu.

Tetapi kembali terjadi pada Yakob dan Yance.

"Rasisme tidak memiliki tempat di dunia," tegas Erick Thohir.

336x280

Post a Comment

0 Comments