Jalan Kritis Berastagi-Kabanjahe yang Baru Diperbaiki Sudah Rusak, Bahaya bagi Pengendara

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

romero.my.id, KARO - Bagian jalan yang melintasi antar Kecamatan Berastagi hingga Kecamatan Kabanjahe di Kabupaten Karo mengundang kritik terkait tingkat keselamatan bagi para pengemudi.

Sebuah bagian dari jalanan, lebih spesifik di area SPBU Halilintar 2 yang ada di Desa Raya, Kecamatan Berastagi, saat ini mengalami kerusakan dan bergelombang.

Amatan www.romero.my.id , lubang yang terletak pada jalur antara Berastagi menuju Kabanjahe memiliki kondisi yang cukup mengkhawatirkan karena tampak berada tepat di tengah jalan.

Pada posisi itu, ada tiga lobang yang dekat satu sama lain serta dalam keadaan terbuka lebar dan dapat membahayakan para pengendara yang melewatinya.

Tak hanya mengancam keselamatan pengendara yang merupakan warga seputar Berastagi dan Kabanjahe, lubang yang cukup dalam ini juga mengancam pengendara lintas provinsi.

Karena diketahui, ruas jalan yang masih masuk ke dalam Jalan Jamin Ginting dan berstatus jalan nasional ini, merupakan penghubung dari Kota Medan ke beberapa kabupaten hingga lintas provinsi.

Informasi yang didapat dari warga sekitar Basri Tarigan, kerusakan di ruas jalan nasional ini sudah terjadi kurang lebih selama satu bulan terakhir.

Dirinya menjelaskan, pihak terkait belum lama ini sudah melakukan penanganan namun kerusakan kembali tetjafi.

"Setelah Idul Fitri, baru muncullah kerusakan pada jalan tersebut. Awalnya hanya sedikit namun kini telah terdapat beberapa bagian yang rusak. Tak lama setengah bulan yang lalu mereka menambal beberapa tempat, tetapi kondisi saat ini masih saja bermasalah," ungkap Basri, Minggu (4/5/2025).

Basri menyatakan bahwa sejak proyek pelebaran yang dikerjakan beberapa tahun silam oleh pemerintah pusat, kondisi jalannya di area tertentu telah berkali-kali rusak.

Akan tetapi, dia menyatakan bahwa kerusakannya kali ini cukup serius karena kedalaman lobang tersebut lumayan tinggi.

"Kebanyakan kerusakan terjadi pada jalur dari Kabanjahe menuju Berastagi, namun saat ini masalah tersebut berada di arah yang berlawanan. Saya harap hal ini dapat ditangani dengan cepat kembali, agar tidak ada korban," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, salah satu penyebab kerusakan jalan di lokasi itu adalah akibat dari penggalian berulang kali oleh air.

Di daerah Kabupaten Karo, akhir-akhir ini sering dilanda hujan sehingga air yang mengalir dari saluran pembuangan kerap kali menerjang batasannya karena kecepatan aliran air yang tinggi.

"Betul sekali, baik menjelang lebaran maupun setelah lebaran sering terjadi hujan lebat, akibatnya saluran air tersumbat sehingga air menggenangi jalanan. Perhatikan saja, air masih berhambur di sini," kata penduduk lain bernama Misnah.

Wanita yang cukup sering beraktivitas di sekitar lokasi jalan yang rusak ini megaku, setalah ada penanganan yang dilakukan oleh pihak terkait belum lama lubangnya kembali terlihat.

Saat diminta menjelaskan jika sejak kemunculannya, lubang itu telah menyebabkan kecelakaan bagi para pengemudi, dia mengakui bahwa beberapa kendaraan berukuran besar pernah tersandung di lubang tersebut.

"Bila yang terjatuh masih belum ada, jangan sampai yah agar tidak mengenaskan. Namun bila seperti truk dan kendaraan berukuran besar, kadang-kadang ada pula yang kurang tahu sehingga ikut masuk ke dalam lubang tersebut," ucapnya.

Di tempat kejadian, petugas dari Balai Besar Jalan Nasional sudah menempatkan sejumlah tanda peringatan bagi para pengemudi.

Lokasi pemasangan tanda peringatan dipasang kira-kira 15 meter menjauhi area jalan bergelombang, dan sebuah penghalang jalanan ditempatkan langsung di samping lubang tersebut sebagai penanda tambahan.

(mns/romero.my.id)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Lihat pula berita atau info tambahan di Faceboo k, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

336x280

Post a Comment

0 Comments