Laporan oleh Wartawan dari Tribun Jatim Network, Dya Ayu
romero.my.id, BATU - Pembelian gondola yang telah lama tidak digunakan di Lapangan Kota Batu kemungkinan akan tertundanya lagi.
Ini terjadi karena Pemerintah Kota Batu sedang mengutamakan penanganan masalah sampah yang merupakan 'ketakutan' di kota tersebut.
Akibat kurangnya efisiensi dalam anggaran yang tersedia, pembelian bianglala yang direncakan untuk tahun ini ditunda hingga tahun depan. Hal ini menghasilkan perubahan alokasi dana ke infrastruktur yang tidak mendesak.
"Proyek bianglala ini memang signifikan, namun tidak tergolong urgensi. Sementara itu, bila kita bandingkan dengan masalah pengelolaan sampah, maka sampah menjadi isu yang krusial dan sangat mendesak," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni, pada hari Minggu, 4 Mei 2025.
"Pembangunan wahana bianglala yang tadinya tercantum di Dokumen Pelaksanaan Anggaran regular tahun 2025, saat ini telah dialihkan untuk menangani permasalahan limbah," jelasnya.
Dian menambahkan bahwa masalah sampah di Kota Batu mendapat perhatian khusus pemerintah setempat, apalagi sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Data tersebut mencatat penurunan drastis peringkat Kota Batu dalam hal Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
Di tahun 2023, IKLH Kota Batu menempati posisi ketujuh secara nasional, namun di tahun 2024 ini jatuh menjadi urutan seratus tiga puluh satu tingkat nasional.
Alasannya terutama disebabkan oleh manajemen limbah yang masih kurang efisien dan adanya pembakaran sampah anorganik beserta sisa-sisa residunya di setiap kampung dan lingkungan perkotaan di Batu.
Hal ini menyebabkan terbentuknya asap yang kaya akan zat-zat kimia serta polusi udara.
"Oleh karena itu, kita sudah melaksanakan analisis terhadap persoalan tersebut. Salah satunya adalah membangun fasilitas pengomposan biologis yang mampu menanganinya sebanyak 4 ton setiap harinya di 21 jalur jalan utama, menggunakan metode manajemen sendiri jenis 1," paparnya.
0 Comments