PO Sumber Alam Siap Uji Coba Bus Listrik untuk Rute AKAP Jakarta-Jogja

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

Kalista dan Program Optimalisasi Efisiensi berhasil melakukan tes bus listrik pada rute AKAP Yogyakarta-Cilacap selama sebulan yang lalu.

Berikutnya di antara akhir Mei hingga Juni, Kalista berkolaborasi dengan PO Sumber Alam dan menangani rute yang lebih panjang yaitu Jakarta-Yogyakarta. Jika perjalanan percobaan awal hanya mencapai kira-kira 200 km, maka untuk kesempatan kali ini meningkat menjadi 540 km.

Direktur Utama PT Sumber Alam Ekspres Anthony Steven mengatakan bahwa minatnya mencoba bus listrik muncul karena keprihatinan terkait kualitas kendaraan bermotor listrik, terutama di bidang transportasi.

"Bus listrik ataupun kendaraan listrik tentu membuat kita memiliki beberapa keraguan. Misalnya soal baterai yang digunakan. Selanjutnya adalah mengenai suku cadang serta pernak-perniknya, semuanya berkaitan dengan infrastruktur," ungkap Anthony saat berada di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 2 Mei 2025.

Menurut dia, seriusnya Kalista dalam menjalankan tes ini tidak cuma bertujuan untuk penjualan saja tetapi juga ingin menghadirkan ekosistem baru bagi bus listrik yang lebih berani.

"Oleh karena itu, saya merasa bahwa jika ekosistemnya sudah matang dan kita benar-benar ingin saling mendukung bersama, mengapa tidak mencoba uji coba bus listrik? Dukungan untuk hal ini tentunya sangat positif," terangnya.

Nanti, ketika melakukan tes, Kalista akan menyediakan tempat charging khusus untuk mendukung operasional bus listrik selama masa uji coba itu.

Konsultan Bisnis Kalista, Hardiansyah Pratama menyebut bahwa semua persiapan untuk tes mendatang akan dirancang dan diadaptasi sesuai dengan rute yang akan ditempuh.

"Kalista ini merupakan perusahaan layanan armada yang menyediakan tidak hanya bis, tetapi kami juga merancang seluruh ekosistemnya. Oleh karena itu, jika kita ingin menguji coba rute paling jauh sekarang, kita akan menyesuaikannya berdasarkan jenis bus yang menggunakan bahan bakar solar," ungkap Hardiansyah dalam kesempatan tersebut.

Sehingga, pemilihan rute ini akan jadi menarik karena tidak melalui jalur utara melainkan tetap menggunakan rute utama yang biasa dilalui oleh bus Sumber Alam.

“Jadi nanti rutenya, Jakarta ke Jogja via Aji Barang. Jadi, kita enggak full toll, tapi keluar di Tol Pejagan. Jadi, kita ingin mencoba membuktikan bisnis prosesnya tidak kita ubah, hanya busnya yang kita ubah dan kita menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan,” tegasnya.

Bila mengacu pada total jarak dengan spesifikasi bus Hardiansyah bilang itu tidak cukup. Karena bus yang digunakan spesifikasinya hanya mampu menjelajah sekitar 400 km sekali dicas.

Nantinya unit bus listrik yang digunakan dalam uji coba ini adalah unit coach bus 12-meter dengan kapasitas baterai 303 kWh dan kapasitas penumpang sebanyak 41 penumpang.

"Mulai dari Jakarta menuju Jogja, ternyata jika hanya berhenti sebentar saja tidak cukup untuk mencapainya. Maka, apa langkah selanjutnya? Ternyata Pak Anthony memiliki ide istirahat makan (selama perjalanan) kurang lebih antara 30 hingga 40 menit sehingga kami menyediakan stasiun pengisian daya kendaraan listrik tersebut di lokasinya," katanya.

"Jadi, para penumpang mengonsumsi energi, bus tersebut juga memerlukan bahan bakar dan harus dicharge. Berapa pun yang bisa dikumpulkan, berdasarkan perhitungan kami mencapai sekitar 90 persen, dan akan dilanjutkan hingga ke Yogya. Bahkan di Yogya, tim ini sudah menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik untuk perjalanan selanjutnya dari Yogya menuju Jakarta di Aji Barbar," jelasnya.

Kelak, terdapat 3 tempat pengisian tenaga yaitu di Rumah Makan Cikamurang, di Pool Sumber Alam, dan juga di kedai kerjasama dengan Sumber Alam yang berada di Aji Barang. Kemampuan penyimpanannya berkisar antara 150 kW sampai 200 kW.

Di Jakarta, Kalista telah menyiapkan beberapa titik charging station yang menjadi bagian integral dari sistem elektrokalita Kalista.

"Meskipun biaya pembuatan SPKLU cukup tinggi, hal tersebut merupakan bagian dari strategi kami dalam merambah ekosistem bus AKAP," ujarnya.

"Bus yang kami pakai mirip sekali dengan yang digunakan sebelumnya sehingga tak ada perubahan sama sekali. Ini untuk membuktikan bahwa kendaraan dapat menangani rute yang lebih panjang serta kondisi jalanan yang beragam," tambahnya.

Hardiansyah menyebut bahwa rute perjalanan nantinya akan dipenuhi dengan banyak bukit naik dan turun. Ini pun akan mengevaluasi aspek tersebut. regenerative braking .

*****

romero.my.idSummit Kendaraan Energi Baru 2025 akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 6 Mei 2025, di lokasi MGP Space, yang terletak di Taman SCBD.

Acara pembicaraan ini menyertakan berbagai pihak yang terlibat, seperti tokoh dari sektor bisnis, ahli profesional, dan utusan pemerintahan, guna mendiskusikan dan menuangkan ide-ide tentang arah masa depan industri kendaraan bermotor yang ramah lingkungan.

Daftar sekarang di: kum.pr/nev2025 .

336x280

Post a Comment

0 Comments