Terekam CCTV,Sejoli Diduga Pelaku Pembuang Bayi di Teras Rumah Warga Jakarta Timur

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

Laporan oleh Jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

romero.my.id, PULOGADUNG - Rekaman dari kamera pengawas menunjukkan seorang pria dan wanita yang dicurigai sebagai orang yang membuang bayi di halaman depan rumah di Jalan Jatinegara Kaum, RT 3 RW 3 nomor 35E, Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Berdasarkan rekaman CCTV yang ada di area tempat kejadian, tampak seorang pria dicurigai sedang memegang bayi yang dibalutkan dalam kain, dan wanita lainnya kelihatan membawa tas yang berisi barang-barang seperti botol susu, popok, serta baju.

Pria tersebut kelihatan menggunakan helm, sedangkan wanita itu tampak membawa cadar berwarna gelap.

Mereka bergerak dengan langkah kaki ketika jalanan sedang sunyi dari aktifitas penduduk sambil memandangi ke kanan dan kiri.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, bayi yang baru lahir dan berkelamin laki-laki diperkirakan telah dibuang oleh kedua orangtuanya. Bayi tersebut kemudian ditemukan di halaman depan sebuah rumah di Jalan Jatinegara Kaum pada hari Minggu tanggal 4 Mei 2025, kurang lebih pukul 03:28 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB).

Ria (48), sebagai pemilik rumah, menyebutkan bahwa sebelum menemukannya, dia pernah mendengar suara tangis bayi berasal dari teras tempat tinggalnya.

Dia bahkan menyatakan bahwa dia juga menangkap suara ketukan sekali di jendela kamarannya.

Namun, ketika dia mendengarnya, ia tidak segera menuju ke arah suara tersebut lantaran khawatir terjebak dalam skema kriminal sang penjahat.

"Saya enggak berani untuk pergi ke luar karena khawatir akan menemui maling atau hal-hal serupa," ungkap Ria pada hari Minggu, 4 Mei 2025.

Ria menyampaikan tentang dirinya lalu mengirimkan pesan singkat di WhatsApp untuk menanyakan pada para tetangga setempat apakah mereka juga pernah mendengar adanya suara tangis bayi yang mirip seperti itu.

Tetangga yang menerima pesan itu ternyata mendengar dan segera menuju ke arah asal suara.

Sesampainya di lokasi, rupanya benar ada seorang bayi yang saat itu kondisinya dibedong menggunakan kain dan berada persis di atas meja kayu teras rumah Ria.

Bayi dengan ciri berambut tebal itu ditemukan dalam posisi telentang sembari menangis.

"Pas benar ada bayi, saya diketuk pintu rumahnya sama tetangga saya kalau benar ada bayi di teras, pas saya lihat benar bayinya dibedong dan ada tas didekatnya itu isi susu, pampers, kain, gitu," jelasnya.

Ria menuturkan setelah dipastikan sumber suara yang terdengar lantang adalah dari bayi, suaminya juga mengaku sempat melihat melalui lobang pintu ke arah teras kalau sempat ada seorang perempuan yang menaruh anak dengan usia dua hari itu di teras kediamannya.

Hanya saja paras atau wajah perempuan itu tidak terlihat karena membelakangi pengelihatan suami dari Ria.

"Suami saya sempat lihat ada perempuan taruh itu bayi ke teras rumah, tapi tidak kelihatan mukanya karena kita dibelakangin posisinya, diduga itu ibunya,' tuturnya.

Ria menyampaikan pasca ditemukan, dirinya langsung melaporkan kejadian ke RT dan RW setempat untuk selanjutnya dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Sambil menanti kedatangan kepolisan, bayi itu diperiksa kesehatannya terlebih dahulu oleh perawat yang dihubungi warga setempat.

Akhirnya, keadaan kesehatan sang bayi bagus dan tak ada gangguan penyakit yang terdeteksi.

"Sesudah itu kita laporkan kepada RT kemudian RW, setelah itu penanganannya diserahkan ke pihak kepolisian, namun sebelumnya masalah ini diatasi oleh bidan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi oleh pejabat Disnaskes (Dinas Sosial) Kurniawan, ia menyebut bahwa begitu bayi tersebut dinyataikan sehat berdasarkan verifikasi dari Puskesmas, tim mereka akan langsung mengambil alih dan merawat bayi itu dengan tindakan pengobatan yang lebih intensif.

"Sudah kami bawa bayi yang memiliki bobot tiga kilogram tersebut ke panti sosial balita Cipayung guna mendapatkan perawatan intensif," jelas Kurniawan. (m37)

336x280

Post a Comment

0 Comments